KOMINFOKUBAR — SENDAWAR. Guna mendukung program prioritas nasional di bidang pendidikan. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Pelatihan Penguatan Numerasi dengan Matematika Gembira Jenjang PAUD dan Sekolah Dasar.
Pelatihan yang digelar Hotel
Sidodadi, Kelurahan Simpang Raya, Kamis (21/5/2026).
Bertujuan untuk meningkatkan
kompetensi profesional dan pedagogis guru dalam merancang pembelajaran
matematika yang bermakna, kreatif, dan interaktif.
Pelatihan yang berlangsung dari
tanggal 21 hingga 24 mei ini, diikuti sebanyak 60 peserta yang terdiri dari 30
guru dan kepala sekolah TK/PAUD Negeri, serta 30 guru kelas 1 dan kelas 2
Sekolah Dasar Negeri.
Plh. Sekretaris Daerah Yuli
Permata Mora pada saat membuka pelatihan, menyampaikan apresiasi, sebab
kegiatan ini upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kutai Barat. Terutama
penguatan numerasi bagi peserta didik sejak usia dini.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten
Kutai Barat, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya
atas terselenggaranya pelatihan ini. Ini adalah langkah nyata kita bersama
dalam menyiapkan generasi emas Kutai Barat yang cerdas, bernalar kritis, dan
berdaya saing,” ucapnya membacakan sambutan tertulis Bupati Kutai Barat.
Melalui metode Matematika
Gembira, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat ingin menghadirkan pembelajaran
matematika yang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan sejak jenjang PAUD
hingga Sekolah Dasar.
“Kami berharap ruang-ruang kelas
di Kutai Barat dipenuhi tawa, semangat belajar, dan rasa ingin tahu anak-anak
yang terus tumbuh demi kemajuan pendidikan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman,”
tutupnya.
Ia menekan bahwa numerasi bukan
sekadar kemampuan berhitung, tetapi kemampuan menerapkan konsep matematika
dalam kehidupan sehari-hari untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah.
Selain itu dalam sambutan
tertulis, Bupati juga mengajak para guru untuk terus berinovasi dalam
menciptakan suasana belajar yang penuh semangat dan kegembiraan. Guru yang
kreatif diyakini mampu melahirkan peserta didik yang memiliki rasa ingin tahu
tinggi dan senang belajar.
Terpisah dalam laporan Kepala Disdikbud Kutai Barat melalui Kepala Bidang Kebudayaan Nancy
Paskadalius menyampaikan bahwa penguatan numerasi merupakan program prioritas
nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Namun demikian, keberhasilan
program tersebut sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah dan para
pendidik sebagai pelaksana utama di lapangan.
“Garda terdepan yang
mengimplementasikan program ini secara nyata adalah kita semua di tingkat
daerah. Kebijakan nasional tidak akan berdampak tanpa adanya komitmen lokal untuk
bergerak bersama,” ucapnya.
Ditekankan pula bahwa kolaborasi
antara guru PAUD dan guru kelas awal Sekolah Dasar sangat strategis dalam
mendukung keberhasilan transisi pendidikan anak. Para guru disebut memiliki
peran penting dalam menentukan capaian numerasi daerah yang tercermin dalam
raport pendidikan.
Sementara itu, Bunda Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Kutai Barat, Ny. Maria Christina Mozes Edwin,
berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap
peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Ia menekankan pentingnya mengubah
pandangan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan menakutkan.
Melalui pendekatan Matematika
Gembira, pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga guru matematika dapat
menjadi sosok yang dirindukan peserta didik.
“Bagaimana kita mengemas
pembelajaran ini menjadi menyenangkan sehingga guru matematika menjadi guru
idola dan favorit bagi anak-anak,” ungkapnya.
Maria Christina juga menjelaskan
tahapan pembelajaran dalam metode Matematika Gembira, yakni gali, eksplorasi,
muat konten, buat aktivitas, ikuti pemikiran siswa, rasakan, dan apresiasi.
Ia berharap seluruh peserta dapat
memahami materi dengan baik dan mengimplementasikannya di sekolah
masing-masing.
Peliput : Dita, Lilis | Penulis : Dita
Editor : Donni