Logo Loader

Pemkab Kutai Barat Dorong Solusi Cepat Atasi Kelangkaan Solar Bersubsidi  

KUTAI BARAT 13 Mei 2026 2 hari yang lalu 46 kali dibaca
Blog Image
Email :

KOMINFOKUBAR — SENDAWAR. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat melalui Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat, Kamius Junaidi, mendorong adanya langkah dan solusi cepat dalam mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang terjadi di Kabupaten Kutai Barat.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kutai Barat di Ruang Rapat Komisi Kantor DPRD Kutai Barat, Rabu (13/5/2026).

Rapat tersebut dihadiri unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bagian Hukum, Polres, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM), serta sejumlah anggota DPRD Kutai Barat. Kegiatan itu terlaksana atas permintaan Aliansi Peduli Masyarakat Sentawar (APMS) Kutai Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Kamius Junaidi menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD perlu mendiskusikan langkah strategis guna menyikapi persoalan kelangkaan BBM bersubsidi yang berdampak terhadap masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah juga telah mengagendakan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Kadis Perindagkop, nanti segera minta kejelasan terkait dengan kuota di Kutai Barat ini bagaimana perkembangan terakhirnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya mencari solusi atas persoalan tersebut mengingat dampaknya cukup besar terhadap aktivitas masyarakat maupun harga kebutuhan pokok.

“Kita harapkan ada langkah atau solusi yang bisa diperoleh dan apa yang sudah disampaikan kita ketahui sendiri bahwa dampak ini cukup besar mengenai masalah kelangkaan BBM bersubsidi ini,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mengingatkan agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran sehingga kebutuhan masyarakat Kutai Barat dapat terpenuhi dengan baik.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kutai Barat, Adrianus, mengatakan meskipun pemerintah hanya menaikkan harga BBM non subsidi dan tidak menaikkan BBM bersubsidi, kondisi kelangkaan solar bersubsidi berdampak terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok di masyarakat.

“Dengan kelangkaan solar bersubsidi, jangan sampai masyarakat menyebut pemerintah tutup mata. Kita berharap hari ini kita semua memaksimalkan tugas dan fungsi kita,” ujarnya.

Ketua Aliansi Peduli Masyarakat Sentawar (APMS), Darsono Edward, menjelaskan bahwa aliansi tersebut terbentuk karena banyaknya keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan tingginya harga solar bersubsidi di tingkat pengecer.

“Dengan adanya keluhan masyarakat mengenai kelangkaan BBM bersubsidi serta harga jual yang terlalu tinggi, oleh karena itu kami datang ke DPRD supaya segera mendapatkan solusi,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat mengembalikan ketersediaan BBM subsidi sesuai kuota di APMS maupun SPBU serta memperkuat pengawasan distribusi, khususnya untuk BBM jenis solar.

 

Peliput : Rahma, Ria | Penulis : Ria

Editor : Donni