KOMINFOKUBAR – SENDAWAR. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggelar Evaluasi Penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada 19 puskesmas di Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Diklat, Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan
bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengevaluasi kinerja pelayanan
kesehatan, pengelolaan keuangan BLUD, realisasi pendapatan, pengelolaan layanan
BPJS Kesehatan, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan
kualitas pelayanan puskesmas ke depan.
Rapat evaluasi dihadiri Penjabat
(Pj.) Sekretaris Daerah Kutai Barat Kamius Junaidi, Pelaksana Tugas (Plt.)
Kepala Dinas Kesehatan Barnabas, jajaran Bagian Perekonomian Sekretariat
Daerah, serta perwakilan puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai
Barat.
Dalam arahannya, Pj. Sekretaris
Daerah Kamius Junaidi menegaskan pentingnya membangun kemandirian unit pelayanan
kesehatan melalui penerapan pola pengelolaan keuangan BLUD. Menurutnya,
kebijakan tersebut sejalan dengan arah pemerintah pusat yang mendorong
pemerintah daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal dan mengoptimalkan
potensi pendapatan yang dimiliki masing-masing unit pelayanan.
“Kemandirian unit layanan
kesehatan menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan sejak sekarang.
Pemerintah pusat mendorong daerah untuk mampu menggali potensi yang dimiliki
secara mandiri, termasuk melalui pengelolaan layanan kesehatan yang lebih profesional
dan akuntabel,” ujarnya.
Pj. Sekretaris Daerah
menjelaskan bahwa penerapan BLUD diharapkan dapat memberikan fleksibilitas
dalam pengelolaan keuangan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan
lebih optimal. Selain itu, puskesmas juga didorong untuk terus berinovasi dalam
mengembangkan potensi pendapatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah satu tantangan yang masih
dihadapi sektor kesehatan di Kabupaten Kutai Barat adalah keterbatasan tenaga
kesehatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama dalam
memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di seluruh wilayah pelayanan.
Saat ini, Kabupaten Kutai Barat
memiliki 19 puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan. Oleh karena itu,
pemerintah daerah terus berupaya mendorong terbentuknya BLUD pada seluruh
puskesmas agar memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mendukung operasional
pelayanan kesehatan, termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia.
“Kami berharap ke depan seluruh
puskesmas dapat menerapkan pola BLUD dan menjadi unit layanan yang mandiri.
Untuk itu diperlukan pendampingan dari tenaga ahli agar proses pembentukan dan
pengelolaannya dapat berjalan sesuai regulasi,” harapnya.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan
untuk melakukan pendataan kebutuhan tenaga kesehatan di setiap kecamatan
sebagai dasar perencanaan dan penguatan layanan kesehatan ke depan.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas
Kesehatan Barnabas menyampaikan bahwa persiapan penerapan BLUD pada puskesmas
telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2023.
Menurutnya, pada tahun 2023
Dinas Kesehatan telah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) terkait BLUD yang
diikuti oleh tujuh puskesmas. Selanjutnya pada tahun 2024, kegiatan bimtek
penyusunan administrasi BLUD kembali dilaksanakan secara bertahap kepada
seluruh puskesmas di Kabupaten Kutai Barat.
“Seluruh puskesmas telah
mendapatkan edukasi dan pemahaman terkait program BLUD. Saat ini kami terus
melakukan pendampingan agar proses penerapan dapat berjalan sesuai ketentuan
yang berlaku,” ujarnya.
Selain itu keberadaan tenaga
ahli sangat diperlukan untuk mendampingi proses pembentukan BLUD, khususnya
dalam memahami regulasi, tata kelola administrasi, serta mekanisme pengelolaan
keuangan yang menjadi persyaratan utama dalam penerapan BLUD.
Melalui evaluasi ini, Pemerintah
Kabupaten Kutai Barat berharap penerapan BLUD pada puskesmas dapat berjalan
lebih optimal sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,
memperkuat tata kelola keu keuangan, serta mendukung terwujudnya layanan
kesehatan yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Peliput : Rahma | Penulis : Firdinan, Rahma
Editor : Donni