KOMINFOKUBAR-SRIMULYO. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Terampil Konstruksi Operator Wheel Excavator Yunior Level 2. Acara ini berlangsung di Aula Kampung Rejo Basuki dan dibuka secara resmi pada hari Senin (19/05).
Kepala Bidang Sumber Daya Air, Kristina Elvin Rampan saat membuka kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Terampil Konstruksi Operator Wheel Excavator Yunior Level 2, Senin (19/05). Foto : Joy
Mewakili Kepala Dinas PUPR,
Kepala Bidang Sumber Daya Air, Kristina Elvin Rampan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari
pelaksanaan amanat Undang-Undang Jasa Konstruksi No. 2 Tahun 2017, yang
mewajibkan seluruh tenaga kerja konstruksi memiliki sertifikat kompetensi.
"Berdasarkan data yang kami
miliki, saat ini terdapat 288 tenaga kerja konstruksi berkualifikasi operator
maupun teknis/analisis yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Jumlah ini
masih belum sebanding dengan kebutuhan pasar jasa konstruksi di Kabupaten Kutai
Barat," ujarnya. Ia menambahkan, kondisi ini merupakan peluang sekaligus
tantangan bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam dunia jasa konstruksi di
Bumi Tana Putai Ngeriman.
Pelatihan dan sertifikasi ini
diikuti oleh 35 peserta, yang berasal dari berbagai kampung serta Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
Kegiatan berlangsung selama lima hari, dengan pembekalan materi dan pelatihan
singkat selama empat hari, serta diakhiri dengan ujian kompetensi di hari
kelima.
Ujian sertifikasi kompetensi dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Petakindo Konstruksi Mandiri, dengan harapan seluruh peserta dapat memperoleh sertifikat kompetensi BNSP dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di sektor konstruksi.
Peliput : Joy
Penulis : Joy