KOMINFOKUBAR – SAMARINDA. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat resmi melaksanakan Sosialisasi dan Launching SP2D Online sebagai langkah percepatan transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah.
“Dengan memohon berkat dan
penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, Sosialisasi dan Launching SP2D Online pada
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dengan ini saya nyatakan resmi dibuka,”ucap
Bupati Kutai Barat Frederik Edwin saat membuka kegiatan di Gedung Pusat Bank
Kaltimtara, Samarinda, Sabtu (23/5/2026).
Turut hadir Kepala Bidang
Pengelolaan Sistem Informasi Kementerian Dalam Negeri RI, Yanuar Andriyana
Putra beserta tim, Asisten Pemerintahan, Hukum dan Kesra (Asisten I) Nopandel
dan jajaran Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kutai Barat selaku
penyelenggara kegiatan.
Dalam sambutannya Bupati
Frederick Edwin menyampaikan bahwa implementasi SP2D Online menjadi langkah
strategis Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mendukung Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE), khususnya pada pengelolaan keuangan daerah.
Menurutnya, di tengah
perkembangan era digital saat ini, pemerintah daerah dituntut mampu
menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, dan efisien.
Karena itu, transformasi digital menjadi kebutuhan penting dalam tata kelola
pemerintahan modern.
“Penerapan SP2D Online merupakan
wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mengimplementasikan
sistem pemerintahan berbasis elektronik. Melalui sistem ini, proses pencairan
dana dapat dilakukan secara elektronik dan real-time sehingga administrasi
menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien,” ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa selama
ini masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan administrasi keuangan
daerah, mulai dari keterlambatan proses pencairan hingga kendala koordinasi
administrasi. Dengan penerapan SP2D Online, berbagai kendala tersebut
diharapkan dapat diminimalisir sehingga pelayanan kepada perangkat daerah
maupun masyarakat menjadi lebih optimal.
Selain mendukung percepatan
digitalisasi, implementasi transaksi non tunai melalui SP2D Online juga dinilai
mampu memperkuat pengawasan dan mencegah potensi penyimpangan dalam pengelolaan
keuangan daerah.
“Penerapan SP2D Online bukan
sekadar perubahan sistem, tetapi bagian dari reformasi birokrasi menuju
pemerintahan modern berbasis teknologi informasi,” tegasnya.
Bupati juga meminta seluruh
perangkat daerah, khususnya bendahara dan operator, untuk mengikuti kegiatan
sosialisasi dengan sungguh-sungguh agar memahami seluruh tahapan implementasi
sistem tersebut.
Menurutnya, keberhasilan
transformasi digital tidak hanya bergantung pada sistem yang baik, tetapi juga
kesiapan sumber daya manusia, kedisiplinan, serta kemauan untuk berubah
mengikuti perkembangan zaman.
Melalui implementasi SP2D Online,
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap tata kelola keuangan daerah menjadi
semakin transparan, efektif, dan efisien guna mendukung pembangunan daerah
serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peliput / Penulis : Andreas
Editor : Donni