Logo Loader

Pemkab Kutai Barat Launching SP2D Online, Percepat Transformasi Digital Pengelolaan Keuangan Daerah

KUTAI BARAT 23 Mei 2026 2 minggu yang lalu 53 kali dibaca
Blog Image
Email :

KOMINFOKUBAR – SAMARINDA. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat resmi melaksanakan Sosialisasi dan Launching SP2D Online sebagai langkah percepatan transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah.

“Dengan memohon berkat dan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, Sosialisasi dan Launching SP2D Online pada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dengan ini saya nyatakan resmi dibuka,”ucap Bupati Kutai Barat Frederik Edwin saat membuka kegiatan di Gedung Pusat Bank Kaltimtara, Samarinda, Sabtu (23/5/2026).

Turut hadir Kepala Bidang Pengelolaan Sistem Informasi Kementerian Dalam Negeri RI, Yanuar Andriyana Putra beserta tim, Asisten Pemerintahan, Hukum dan Kesra (Asisten I) Nopandel dan jajaran Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kutai Barat selaku penyelenggara kegiatan.

Dalam sambutannya Bupati Frederick Edwin menyampaikan bahwa implementasi SP2D Online menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), khususnya pada pengelolaan keuangan daerah.

Menurutnya, di tengah perkembangan era digital saat ini, pemerintah daerah dituntut mampu menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, dan efisien. Karena itu, transformasi digital menjadi kebutuhan penting dalam tata kelola pemerintahan modern.

“Penerapan SP2D Online merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mengimplementasikan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Melalui sistem ini, proses pencairan dana dapat dilakukan secara elektronik dan real-time sehingga administrasi menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa selama ini masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan administrasi keuangan daerah, mulai dari keterlambatan proses pencairan hingga kendala koordinasi administrasi. Dengan penerapan SP2D Online, berbagai kendala tersebut diharapkan dapat diminimalisir sehingga pelayanan kepada perangkat daerah maupun masyarakat menjadi lebih optimal.

Selain mendukung percepatan digitalisasi, implementasi transaksi non tunai melalui SP2D Online juga dinilai mampu memperkuat pengawasan dan mencegah potensi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Penerapan SP2D Online bukan sekadar perubahan sistem, tetapi bagian dari reformasi birokrasi menuju pemerintahan modern berbasis teknologi informasi,” tegasnya.

Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah, khususnya bendahara dan operator, untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dengan sungguh-sungguh agar memahami seluruh tahapan implementasi sistem tersebut.

Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada sistem yang baik, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, kedisiplinan, serta kemauan untuk berubah mengikuti perkembangan zaman.

Melalui implementasi SP2D Online, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap tata kelola keuangan daerah menjadi semakin transparan, efektif, dan efisien guna mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Peliput / Penulis : Andreas

Editor : Donni