Logo Loader

Wabup Kutai Barat Buka Sosialisasi Optimalisasi Pengelolaan Barang Milik Daerah  

KUTAI BARAT 03 Juni 2026 5 hari yang lalu 48 kali dibaca
Blog Image
Email :

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR. Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani membuka kegiatan Sosialisasi dan Optimalisasi Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) yang diselenggarakan di Aula Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kutai Barat, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman perangkat daerah terkait tata kelola aset daerah yang efektif, tertib administrasi, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pengelolaan Barang Milik Daerah merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya, aset daerah bukan sekadar kekayaan yang tercatat dalam laporan keuangan, melainkan sumber daya yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan publik, penyelenggaraan pemerintahan, dan pembangunan daerah.

“Barang Milik Daerah bukan hanya sekadar aset yang tercatat dalam laporan keuangan, tetapi merupakan sumber daya yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan publik, penyelenggaraan pemerintahan, dan pembangunan daerah,” ujarnya.

H. Nanang Adriani menjelaskan bahwa sosialisasi ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman seluruh perangkat daerah mengenai tahapan, prosedur, dan mekanisme pengelolaan aset daerah. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tercipta kesamaan persepsi dalam pengelolaan Barang Milik Daerah sehingga pelaksanaannya semakin tertib dan akuntabel.

Ia juga menyoroti bahwa isu pengelolaan aset daerah saat ini menjadi perhatian pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Tuntutan terhadap transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah semakin tinggi, terlebih dengan berkembangnya sistem pemerintahan berbasis elektronik dan digitalisasi tata kelola pemerintahan.

“Perkembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik menuntut tersedianya data aset yang akurat, tertib administrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan aset daerah di Kabupaten Kutai Barat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan sosialisasi sebagai sarana belajar, berdiskusi, dan memperkuat pemahaman terkait pengelolaan Barang Milik Daerah.

Menurutnya, pengelolaan aset yang baik akan memberikan banyak manfaat, mulai dari mendukung penyajian laporan keuangan yang akuntabel, meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, memperkuat perencanaan pembangunan, hingga mendorong pemanfaatan aset daerah agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat, Nanang Adriani mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan komitmen dalam menjaga, mengadministrasikan, memanfaatkan, dan mengamankan seluruh aset daerah yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

Ia juga berpesan kepada para pejabat dan pengurus barang agar senantiasa memperbarui data aset secara berkala, menjaga ketertiban administrasi, serta memastikan seluruh aset daerah digunakan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Saya berharap setelah mengikuti sosialisasi ini, seluruh perangkat daerah semakin memahami tata cara dan mekanisme optimalisasi Barang Milik Daerah sehingga pengelolaan aset di Kabupaten Kutai Barat menjadi semakin tertib, transparan, akuntabel, dan berdaya guna,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kutai Barat, Erik Victory, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung optimalisasi pengelolaan aset daerah agar lebih produktif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Menurutnya, optimalisasi pengelolaan Barang Milik Daerah bertujuan mendukung pelaksanaan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik secara maksimal, meningkatkan kepastian hukum dalam pengelolaan aset, menekan biaya pemeliharaan aset yang tidak produktif, serta menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan aset yang berpotensi meningkatkan pendapatan daerah.

“Kami berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh perangkat daerah dalam mendukung optimalisasi aset daerah agar lebih produktif dan mampu menunjang pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Erik Victory juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk para narasumber dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Timur, yakni Fachroni, S.STP., M.A.P., dan Ida Bagus Agung Darma Prawista, A.Md.Pnl., yang memberikan materi terkait pengelolaan dan optimalisasi Barang Milik Daerah.

Peliput : Welin, Jeni | Penulis : Jeni

Editor : Donni