KOMINFOKUBAR – SENDAWAR. Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani membuka kegiatan Sosialisasi dan Optimalisasi Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) yang diselenggarakan di Aula Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kutai Barat, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan
sebagai upaya meningkatkan pemahaman perangkat daerah terkait tata kelola aset
daerah yang efektif, tertib administrasi, serta sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati
menegaskan bahwa pengelolaan Barang Milik Daerah merupakan salah satu aspek
penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Menurutnya, aset daerah bukan sekadar
kekayaan yang tercatat dalam laporan keuangan, melainkan sumber daya yang harus
dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan publik, penyelenggaraan
pemerintahan, dan pembangunan daerah.
“Barang Milik Daerah bukan hanya
sekadar aset yang tercatat dalam laporan keuangan, tetapi merupakan sumber daya
yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan publik,
penyelenggaraan pemerintahan, dan pembangunan daerah,” ujarnya.
H. Nanang Adriani menjelaskan
bahwa sosialisasi ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman
seluruh perangkat daerah mengenai tahapan, prosedur, dan mekanisme pengelolaan
aset daerah. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tercipta kesamaan persepsi
dalam pengelolaan Barang Milik Daerah sehingga pelaksanaannya semakin tertib
dan akuntabel.
Ia juga menyoroti bahwa isu
pengelolaan aset daerah saat ini menjadi perhatian pemerintah, baik di tingkat
pusat maupun daerah. Tuntutan terhadap transparansi, akuntabilitas, dan
efektivitas pengelolaan keuangan daerah semakin tinggi, terlebih dengan
berkembangnya sistem pemerintahan berbasis elektronik dan digitalisasi tata
kelola pemerintahan.
“Perkembangan sistem pemerintahan
berbasis elektronik menuntut tersedianya data aset yang akurat, tertib
administrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati
mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan aset daerah di
Kabupaten Kutai Barat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan
kegiatan sosialisasi sebagai sarana belajar, berdiskusi, dan memperkuat
pemahaman terkait pengelolaan Barang Milik Daerah.
Menurutnya, pengelolaan aset yang
baik akan memberikan banyak manfaat, mulai dari mendukung penyajian laporan
keuangan yang akuntabel, meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, memperkuat
perencanaan pembangunan, hingga mendorong pemanfaatan aset daerah agar
memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sejalan dengan visi pembangunan
Kabupaten Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,
Nanang Adriani mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan
komitmen dalam menjaga, mengadministrasikan, memanfaatkan, dan mengamankan
seluruh aset daerah yang menjadi tanggung jawab masing-masing.
Ia juga berpesan kepada para
pejabat dan pengurus barang agar senantiasa memperbarui data aset secara
berkala, menjaga ketertiban administrasi, serta memastikan seluruh aset daerah
digunakan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Saya berharap setelah mengikuti
sosialisasi ini, seluruh perangkat daerah semakin memahami tata cara dan
mekanisme optimalisasi Barang Milik Daerah sehingga pengelolaan aset di
Kabupaten Kutai Barat menjadi semakin tertib, transparan, akuntabel, dan berdaya
guna,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas
(Plt.) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kutai Barat, Erik
Victory, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah
daerah dalam mendukung optimalisasi pengelolaan aset daerah agar lebih
produktif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Menurutnya, optimalisasi
pengelolaan Barang Milik Daerah bertujuan mendukung pelaksanaan fungsi
pemerintahan dan pelayanan publik secara maksimal, meningkatkan kepastian hukum
dalam pengelolaan aset, menekan biaya pemeliharaan aset yang tidak produktif, serta
menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan aset yang berpotensi meningkatkan
pendapatan daerah.
“Kami berharap kegiatan
sosialisasi ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh perangkat daerah dalam
mendukung optimalisasi aset daerah agar lebih produktif dan mampu menunjang
pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Erik Victory juga menyampaikan
apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan
tersebut, termasuk para narasumber dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset
Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Timur, yakni Fachroni, S.STP., M.A.P., dan
Ida Bagus Agung Darma Prawista, A.Md.Pnl., yang memberikan materi terkait
pengelolaan dan optimalisasi Barang Milik Daerah.
Peliput : Welin, Jeni | Penulis : Jeni
Editor : Donni